Renungan Hari Ini Tentang Iman Mengalahkan Dunia - 1 Yohanes 5:1-5


Oleh Pdt. Mangurup Siahaan | Bacaan: 1 Yohanes 5:1-5

Berbicara tentang mengalahkan tentu pikiran kita langsung tertuju kepada suatu pertandingan dan di dalam pertandingan itu ada yang menang dan ada yang kalah. Dapat dipastikan bahwa yang menang adalah yang paling baik dalam banyak hal, yang meliputi persipan mental, spiritual, material dan lain sebagainya. Sebaliknya yang kalah berarti kurang mempersiapkan diri yang meliputi hal-hal seperti persipan mental, spiritual, material dan lain sebagainya. Intinya yang menang persiapannya melebihi yang kalah.

Bagaimana dengan judul di atas? Dikatakan ”iman mengalahkan dunia”. Yang pasti judul itu berdasarkan ayat 4 yang berkata, ”sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” Apakah iman yang dimaksud disini dan bagaimanakah dunia itu dikalahkan? Kita harus  terlebih dahulu mengerti masing-masing kedua hal itu, barulah kita dapat mengerti lebih jelas bagaimana proses kekalahan dunia oleh iman seperti yang dimaksudkan judul di atas.

Sesuai dengan konteks 1 Yohanes ini, iman adalah sesuatu yang datangnya dari Allah, sebab orang yang memiliki iman itu adalah orang yang lahir dari Allah. Orang yang memiliki iman itu adalah orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus (ay. 1). Tentu tidak perlu ditanyakan apakah orang ’percaya’ kepada Yesus adalah Kristus lahir dari Allah. Sebab jika seseorang mengaku sebagai orang Kristen dengan demikian dialah yang dimaksudkan sebagai orang yang lahir dari Allah dan dia pulalah yang memiliki iman. Dialah orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus yang memiliki iman yang mengalahkan dunia.

Sebagaimana kita mempercayai seseorang atau orang lain adalah karena orang lain itu telah terbukti layak dipercaya. Kenapa sampai kita mengakui seseorang yalak dipercaya? Tentu karena orang lain itu telah terbukti melakukan sesuatu yang baik kepada kita. Ada hal-hal tertentu yang telah dia perbuat untuk kita sehingga kita menjadi percaya kepadanya. Kemungkinan telah melalui proses waktu yang panjang. Intinya adalah orang lain itu telah berbuat sesuatu yang membuat kita percaya kepadanya. Orang lain itu telah hadir dalam hidup kita dan telah menjadi bagian kita.

Demikianpun halnya dengan iman, bahwa iman itu adalah sesuatu yang datangnya dari Allah. Iman itu bersumber dari Allah. Allah telah berkarya dan melakukan yang terbaik bagi kita sehingga kita percaya kepadanya. Lebih dari itu, iman adalah datangnya Allah bersama-sama dengan kita. Dia hadir bersama-sama dengan kita. Bahkan Tuhan telah membuat kita – dengan semua karyaNya sepanjang hidup kita – menjadi percaya kepadaNya.

Dengan demikian kita dapat mengetahui proses kalahnya dunia oleh iman kita. Seperti apa iman itu berkarya dalam hidup orang percaya sehingga sampai mengalahkan dunia jelas terbukti melalui dua kesadaran berikut ini.

1.     Menyadari bahwa kita lahir dari Allah

Kebanyakan orang Kristen menjadi kalah terhadap godaan atau arus dunia adalah karena tidak menyadari bahwa dia adalah lahir dari Allah. Dengan kerasnya godaan dunia yang seolah-olah menekan, membuat kita kadang-kadang kehilangan percaya diri. Kita akhirnya tidak menyadari siapa kita sebenarnya. Karena kita hidup di dunia dengan segala pengaruhnya, membuat kita lupa siapa kita yang sebenarnya. Kita menganggap bahwa kita adalah milik dunia.

Jika kita menyadari bahwa kita adalah lahir dari Allah, benih Ilahi tetap ada di dalam kita, tentu kita tidak akan mudah terpengaruh sebagaimana pengalaman orang-orang yang begitu mudah kalah terhadap dunia ini. Tujuan utama rasul Yohanes untuk menuliskan surat ini adalah supaya kita sadar tentang siapa kita sesungguhnya yang telah dilahirkan oleh Allah. Kita adalah orang percaya yang telah dijamin oleh Allah sampai hidup yang kekal. Itulah sebabnya Yohanes berkata, ”Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” (1 Yoh. 5:13). Inilah inti permasalahannya. Kekalahan terjadi karena ketidaktahuan kita tentang keberadaan kita. Kita tidak menyadari siapa kita yang telah menerima kasih karunia dari Allah.

Oleh karena itu, seharusnya kita harus mengetahui sesungguhnya siapa kita dihadapan Allah. Kita harus menyadari keberadaan kita yang telah mendapat kasih karunia Allah. Kesadaran ini akan menjadi kekuatan hingga kita dapat mengalahkan dunia. Sekalipun arus dunia sehebat apapun, iman kita, berdasarkan kesadaran kita tentang kasih karunia Allah, akan membuat kita  menjadi kuat berhadapan dengan segala masalah. Berdasarkan seperti inilah sehingga Paulus berkata, ”Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Flp. 4:13).

Baca juga:

Renungan Kristen Tentang Bijaksana Meresponi Masalah

Renungan Kristen Tentang Mencari Kerajaan Allah - Matius 6:33

Saat Teduh Tentang Allah Kekuatanku

2.     Menyadari bahwa kita berjalan bersama Yesus

Tuhan Yesus berkata, ”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat. 11:29-30)

Ayat ini adalah salah satu ucapan Yesus yang paling populer. Namun yang perlu kita hanyati adalah untaian kata yang diucapkan Yesus dalam kalimat tersebut. Pertama-tama Dia katakan adalah “Pikullah kuk yang Kupasang …”. Kuk adalah sebuah benda yang dipasangkan di atas leher sepasang kerbau atau sapi ketika membajak sawah atau menarik beban dalam pedati. Kuk tersebut mengikat keduanya hingga kerja samanya ketat dan berjalan seiring dan selaras bagaikan parade. Kuk itu membuat mereka tidak akan terpisah tapi sebaliknya total menyatu. Dalam hal kekuatan, mereka bukan lagi dua kekuatan tetapi satu kekuatan yang utuh.

Yesus mengucapkan perkataanNya ini kepada orang-orang secara kolektif tetapi sifatnya pribadi. Itu berarti, jika Dia berkata “Pikullah kuk yang Kupasang …”, berarti kuk itu sebelah untuk kita (orang percaya) secara pribadi dan sebelah untuk Yesus sebagai pasangan hidup yang ideal bagi kita. Perkataan itu mempunyi tujuan, supaya kita terikat ketat dan supaya kita berjalan seiring dan selaras dengan Tuhan Yesus. Jika demikian terjadi maka dalam menanggung beban tentu bukan lagi kita sendiri melainkan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Kekuatan Allah mengalir kepada kita. Kita menyatu dengan Allah. Sehingga segala sesuatu menjadi ringan, karena bukan lagi kita yang menanggung beban itu melainkan Allah bersama kita.

Itulah sebabnya rasul Yohanes berkata dalam nats di atas, ”Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,”. Sekalipun dunia mencekam, menekan dan membuat kita seolah-olah tak berdaya untuk melakukan perintah Tuhan, namun karena kita sekuk denganNya, tentu bukan kita yang melakukannya sendiri tetapi Dia bersama dengan kita. Kekuatan Allah mengalir senantiasa ke dalam kehidupan kita untuk melakukan segala tanggung jawab kita.

Demikianlah proses kemenangan yang akan kita alami senantiasa dalam setiap aspek hidup kita, yaitu dengan kedua kesadaran yang selalu kita miliki. Kita harus selalu menyadari bahwa kita lahir dari Allah dan kita harus selalu sadar bahwa kita berjalan bersama Tuhan Yesus. Inilah kenyataan iman yang mengalahkan dunia. Semua menjadi ringan dan semuanya menjadi tertanggung. Kita menjadi tenang dan santai menghadapi semua kenyataan hidup.

Tidak ada komentar untuk "Renungan Hari Ini Tentang Iman Mengalahkan Dunia - 1 Yohanes 5:1-5"